Sabtu, 14 November 2015

Sendiri Itu Bukanlah Masalah, Yang Penting Keindahan Ada Padamu Dan Orang Pasti Akan Mencari Itu


"Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku hidup sendiri, lama tak ada yang menemani rasanya "
Bagi kamu yang masih sendiri, lirik lagu dari Kunto Aji diatas mungkin sangat pas di hati kamu. Tapi kadangkala banyak hal yang kamu temui karena status 'sendirimu' baca : single. Kenapa begitu banyak yang mengusik, padahal itu adalah hidup mu. Kenapa status sendiri sering dibully ? Bukankah kamu hanya ingin lebih bisa mengekspresikan diri ?

Banyak hal yang tak bisa mereka pahami karena status sendiri yang kamu miliki,  tapi kamu begitu malas untuk menjelaskannya. Sebenarnya tak begitu banyak orang yang mempertanyakan statusmu, tapi kadang kala suatu saat kamu menyadari bahwa status sepertimu adalah topik yang hangat untuk diperbincangkan. Ah mungkin tidak hanya diperbincangkan, kamu bahkan sering di “bully” dengan satus yang kamu miliki. Keluarga, teman, bahkan siapapun diluar sana sangat suka sekali membicarakan tentang satatusmu. Hhi menyedihkan memang, tapi kadang yah yang namanya prinsip gak bisa patah dengan sebuah bully’an. Bener kan ? ^^ 

Entah seberapa banyak hati yang berharap ingin singgah dan berlabuh tapi kamu cuek saja. Tidak bermaksud seperti itu, yang namanya hati kan gak bisa dipaksa. Kadangkala, kita hanya focus pada suatu tampat dan tanpa sadar tempat itu malah menyilahkan orang lain. Sesuatu yang udah ditata rapi bahkan rapi banget malah ambruk dan broke sendiri. Sebenarnya juga tak semenyedihkan itu, jika kamu bisa berpikir bahwa semuanya adalah proses yang harus dinikmati. Yah bener, hidup itu untuk dinikmati, mau manis asam pahit pedas hambar yah semuanya adalah bagian dari kesatuan rasa yang diciptakan oleh tuhan. Maka nikmat tuhan manakah yang kamu dustakan ? ^^

Mungkin teman-temanmu juga sering berkata padamu agar lekas membuka hati . ‘Membuka hati?’, bukankah selama ini kamu telah membuka hati tapi tak menemukan kenyamanan saat dijalani. Hati itu memilih loh, memilih yang pas untuk menetap didalamnya. Memilih sesuatu yang nyaman agar tak banyak terjadi perubahan untuk ia menyesuaikan dirinya. Entah berapa banyak luka yang menganga begitu saja lantas sembuh dengan sendirinya. Lalu terluka lagi dan sembuh lagi. Itu terjadi karena begitu mudahnya untukmu sekedar membuka hati. Membuka hati tanpa menoreh luka apakah bisa ? Bukankah menyeka air mata itu tidaklah mudah ? Mengapa masih mau berharap pada hati yang salah. Sadarlah, kebahagiaan ada ketika hati merasa tentram sendiri, tidak harus digapai dengan sebuah status. 

Banyak hal yang bisa kamu gapai walaupun hanya dengan sendiri, melihat dunia yang begitu terbuka lebar dengan sepasang mata yang kamu miliki, menata masa depan sampai kamu benar-benar memikiki seseorang yang dapat mengerti, peduli, melebihi diri kamu sendiri. Meskipun tak dipungkiri jika kamu sangat ingin memiliki tempat untukmu berbagi, menatap dunia dengan dua pasang mata yang saling mengisi. Tapi sendiri juga tidak buruk, toh nanti semuanya juga akan terjawab seiring dengan berlalunya waktu. Pernah dengarkan kata-kata yang menyatakan bahwa “Matahari itu sendiri loh, tapi tak pernah berhenti bersinar”. Kamu hanya perlu bersinar dengan beberapa keindahan yang kamu miliki. Menghangatkan dengan sikap yang harus lebih baik lagi setiap hari. Seseorang yang akan mengerti dan membuatmu nyaman suatu hari pasti akan datang. Cinta pasti tahu dimana tempat untuknya berlabuh. Sejauh apapun ia berlari, ia pasti akan kembali. Allah menciptakan sesuatu itu berpasang-pasangan. Partikel terkecil bagian dari atom pun memiliki pasangan. Percaya deh :)

Sendiri itu tidaklah buruk, sendiri bukan berarti tidak bisa unjuk diri, sendiri bukan berarti kehidupan akan menjadi sepi. Sendiri itu bukanlah masalah, yang penting keindahan ada padamu dan orang pasti akan mencari itu :).

Rabu, 04 November 2015

Jangan Berhenti Bermimpi, Karena Tak Ada Mimpi Yang Terlalu Tinggi


Banyak hal yang bisa dideskripsikan dari sebuah mimpi, mimpi yang bukan hanya sekedar bunga tidur yang datang ketika mata terlelap sendiri. Semua orang pasti mempunyai mimpi, entah itu satandar saja atau malah sangat tinggi. Jangan takut bermimpi, karena tidak ada yang salah dari sebuah mimpi. Tapi adakalanya mimpi itu hanya seonggok pikiran yang tak pernah tertuang jadi sebuah lukisan, adakalanya mimpi itu hanya berdiri ditempat menjadi bayangan, adakalanya pula mimpi itu menjadi sebuah bahan olok-olokan.

Mengapa harus bermimpi, bukankah hidup pasti akan berhenti ?
Pertanyaan sederhana, tapi begitu menjatuhkan pada kalimat akhirnya. Mengapa kita harus mempunyai mimpi. Jawabannya juga sederhana, karena kehidupan memang  haruslah sederhana. Mimpi membuatmu memiliki tujuan untuk terus menatap dunia, menapaki jejak-jejak kehidupan yang tak sesederhana kelihatannya,  mengantarkan pada sebuah siklus yang bernama bahagia. Yah benar, kehidupan memang  akan berhenti, tapi membiarkan begitu saja dan berdiri ditempat bukanlah cara untuk menghargai pemberhentian itu nanti. Menatap dengan meratap bahwa menyesali hidup yang tidak sempurna hanya akan membuat luka. Kita tidak pernah tau tentang sesuatu yang akan terjadi nanti, sederhana saja karena hidup untuk dinikmati. Dalam tanda kutip dengan sesuatu yang wajar dan tak melampaui batas.

Mimpi adalah awal sesuatu untuk menjadi nyata, bermimpilah karena mimpi tidak dipungut biaya.
Setiap orang mempunyai cara tersendiri untuk menikmati kehidupannya. Entah itu cara yang sederhana atau juga bisa sangat rumit jadinya. Memulai sesuatu adalah yang paling sulit, karena banyak pemikiran-pemikiran yang tidak menentu akan datang menyerbu. Tapi ketika sudah dimulai, ternyata tak sesulit apa yang terpikir diawal. Mulailah untuk bermimpi, karena mimpi adalah awal sesuatu untuk menjadi nyata. Mulailah untuk memikirkan mimpi itu, karena akan sia-sia jika mimpi hanya menjadi khayalan-khayalan tak tentu. Mulailah untuk membangun mimpi itu agar ia tumbuh menambah tunas baru.

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, maka itu jangan pernah berhenti
Aka nada banyak orang yang meragukan mimpi-mimpi itu. Ketika kamu katakana pada mereka, lalu mereka memasang muka menahan tawa. Tak dipungkirimemang mimpi-mimpi yang tinggi sering dianggap orang tidak mungkin diraih untuk kita. Tapi apakah salah untuk menyimpan mimpi yang tinggi ?  Bukankah mimpi seharusnya memang tinggi?. Tidak, tidak salah. Orang-orang yang tertawa mengejek itu yang salah. Mereka tidak mengerti karena mungkin mereka tidak memiliki mimpi. Mereka tertawa karena sesungguhnya dalam hati kecil mereka itu terlalu takut untuk mengeluarkan mimpinya. Ingatlah ketika orang berkata, bermimpilah setinggi bintang dilangit. Ketika kamu jatuh, jatuhlah diantara bintang-bintang itu agar jatuhnya tak terlalu sakit, agar kamu mampu untuk segera bangkit membangun mimpi itu kembali. Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, karena itu jangan pernah berhenti bermimpi.

Aku Pernah Kecewa, Pernah Terluka Tapi Aku Percaya Itu Adalah Cara Tuhan Untuk Membuatku Dewasa

Di jalan ini, aku tergugu menatap kedepan. Aku tahu kehidupan tak selalu mudah seperti yang sebelumnya ku pikirkan. Saat aku harus dituntut berpikir bagaimana cara agar tetap bertahan, saat pertahananku mulai lemah dan goyah dengan kedaan, Saat keadaan benar-benar tak memberikanku pilihan, saat cinta tak berniat memberiku ruangan. Yah cinta, cinta yang perlahan-lahan mengikis kekuatan, cinta yang diam-diam menyelusup mengendurkan pertahanan, cinta yag bersihkeras tak ingin berdamai dengan kedaan.

Aku hanya bisa terdiam, mendengarkan bait-bait hatiku yang bungkam. Aku kalah, aku tak bisa berdamai dengan hatiku. Ia merajuk dan membuatku kelabakan. Apa kau pernah patah hati? Bagaimana rasanya? Apakah sakit, atau bagaimana ? . Apa kau pernah terluka? Bagaimana wujudnya, apakah berdarah ? Apa rasanya sakit ? Apa kau memiliki obatnya? . Aku terluka karena pikiranku sendiri, setiap simpul perhatian yang aku artikan sebagai simpul cinta dan ternyata bukan. Aku terluka dengan berbagai ekpektasi yang sebenarnya bertolak belakang dengan kenyataan. Aku salah menerjemahkan, seharusnya pengalaman menjadikanku lebih berhati-hati dalam menilai. Ternyata tidak semua orang ingin tinggal, ada yang hanya ingin singgah sebentar, ada yang langsung pergi tanpa permisi, ada yang sebenarnya ingin tinggal tapi tiba-tiba melarikan diri. Meski aku menyediakan tempat, aku tak bisa menahan seseorang untuk tidak pergi. Seharusnya aku tidak membuka hati begitu saja.

Luka yang datang silih berganti, membuatku terbiasa . Kekecewaan yang aku buat sendiri, memberikanku kekuatan. Aku pernah kecewa, Aku pernah terluka tapi apakah aku harus menangis dan menyesali semua? Apa aku harus mengutuk semua kedaan dan takdir yang tak pernah memihak padaku? Apa aku harus marah yang entah akan tertuju pada siapa? Tidak, aku tidak sebodoh itu. Aku pernah kecewa, pernah terluka tapi aku percaya itu adalah cara Tuhan untuk membuatku dewasa.

Tak Ada Yang Salah Dengan Hati, Ia Hanya Ingin Berlabuh Pada Yang Juga Mencari

Hati adalah bagian paling penting dalam diri manusia. Hati memegang penuh atas jalannya pola pikir, tingkah laku dan sikap dalam diri manusia. Hati adalah inti dari diri manusia. Jika baik hatinya, maka baik pula diri manusia itu. Dan juga sebaliknya, jika kotor sudah hatinya, maka buruk lah diri manusia itu. Hati disini bukanlah bagian dari sistem eksresi pada pelajaran Biologi. Hati disini adalah qolbu yang merupakan inti dari jantung, berdetak lebih cepat daripada jantung dan membawa pesan dengan detakan itu sebagai gelombang elektromagnetik. Hati itu sangat peka, dan juga sensitive. Ia bisa merasakan banyak hal yang orang sebut sebagai perasaan. Senang, sedih, kecewa, terluka, tersakiti, berbunga-bunga, hati memegang kontrol atas semua rasa. Hati juga pemilih, ia memilah-milah mana yang terbaik untuk bisa menetap didalamnya. Ia mencari kunci yang cocok untuk dapat dengan lembut membukanya, Ia terus mencari yang juga terus mencarinya. Meski banyak waktu terbuang hanya untuk ia mencari, tapi ia tak kenal lelah. Meski banyak kunci yang tidak cocok untuk membukanya, ia tak pernah memaksa. Meski berkali-kali ia menjatuhkan pilihan dan ternyata itu salah, ia tak pernah menyerah.

Bukannya hati tak pernah menemukan, hanya saja ia terlalu lelah untuk mempertahankan. Bukannya hati terlalu ragu untuk menjatuhkan pilihan, hanya saja ia tak bisa untuk memaksakan perasaan. Bukannya hati terlalu pemilih, hanya saja menemukan sesuatu yang pas tidaklah mudah.

Dengarlah, hati sebenarnya lelah tapi ia bisa berbuat apa. Hati sebenarnya kalah tapi apa ia harus mundur dan lari begitu saja. Hati sebenarnya ingin singgah tapi ia tak tau harus singgah dimana. Hati hanya ingin sesuatu yang baik untuk membentuknya menjadi baik. Hati hanya ingin sesuatu yang pas untuk tinggal didalamnya, “pas” tidak kekecilan juga tidak kebesaran. Hati hanya ingin sesuatu yang juga tahu bagaimana lelahnya mencari. Tak ada yang salah dengan hati, ia hanya ingin berlabuh pada yang juga mencari.

Ketika Hidup Tak Memberi Pilihan, Tersenyumlah dan Terus Berjalan

Hidup adalah bernafas, bernafas untuk melanjutkan hidup. Hidup adalah mengerti, mengerti bahwa suatu hari kehidupan akan berhenti. Hidup adalah perjalanan, perjalanan yang memberikan banyak pilihan. Hidup adalah pilihan. Pilihan untuk terus berjalan atau mundur secara perlahan, pilihan untuk memilih suatu kebaikan atau kemudaratan, pilihan untuk mencintai atau membenci, pilihan untuk memuji atau memaki, pilihan apakah harus percaya atau bersilat dengan dusta.
Apa keistimewaan dari hidup ? Sebuah perjalanan drama yang tak sesederhana kelihatannya, memiliki tikungan disetiap jedanya. Hidup mengharuskan untuk mengerti bahwa sebuah proses dari kehidupan tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan, ada banyak hal dan tantangan baru yang menunggu didepan. Mengerti bahwa setiap lika-liku kehidupan adalah sebuah jalan untuk menjadi pribadi baru yang lebih bermutu. Mengerti bahwa sederhana tidaklah mudah, prosesnya membutuhkan waktu lama agar jadi sempurna.
" Hidup itu sederhana, tapi prosesnya sungguh luar biasa."
Hidup itu keras, nak. Seseorang pernah berujar padaku. Banyak hal yang akan mematahkan semangat, banyak hal yang akan membuatmu lelah dan menangis tertahan, banyak hal yang akan membuat mu muak dan melambaikan tangan dengan keadaan. Tapi kita butuh kehidupan, kita butuh hidup untuk terus hidup. Terkadang kita harus jatuh, agar kita tahu bagaimana caranya bangkit. Kadang kita perlu menagis tertahan, agar kita tahu bahwa air mata itu akan menguatkan, kadang kita perlu kelelahan agar terbiasa dengan banyak hal yang ada di depan.
Tak selamanya hidup memberikan pilihan yang sesuai keinginan, ada kalanya hidup tak berbaik hati dengan apa yang ia tawarkan. Suatu saat hidup akan mencengkram mu lebih erat hingga kamu sulit untuk bernafas. Suatu saat hidup akan menekanmu lebih dalam, hingga kamu sulit untuk terlepas. Suatu saat, hidup akan menamparmu berkali-kali hingga kamu meringis kesakitan. Suatu saat, hidup tak akan memberi mu ruang hingga kamu harus terkucil dalam kesempitan. Ketika itu terjadi, kita sudah siap dengan apa yang harus dilakukan. Ketika hidup tak memberi pilhan, teruslah berjalan dengan sejuta senyuman yang tak bisa dihapuskan.

Selasa, 29 September 2015

Semangatku Tak Akan Berhenti, Meski Harus Berjalan Sendiri

"Tak mungkin berhenti, saat kehidupan menuntut untuk terus berjalan"

Semangat adalah salah satu alasan untuk terus menapaki setiap jengkal kehidupan. Semangat adalah aliran yang harus terus mengalir seiring dengan detakan jantung. Tak mungkin untuk terus memandang kedepan, jika semangat terlepas dari genggaman. Sebagai seorang gadis biasa, semngat adalah hal yang akan membantuku mejadi luar biasa. Semangat ? Sederhana, tapi memberikan banyak perubahan dalam hidup. Lantas bagaimana jika semangat itu benar-benar terlepas dari genggaman, apakah hidupku akan baik-baik saja ? Apakah semuanya masih tetap sama sesaat sebelum aku kehilangan sesuatu yang seharusnya tetap mengalir. Apakah mereka masih akan tetap memandang bahwa aku seorang gadis tegar yang tak banyak membutuhkan uluran tangan. Pertanyaan ini, aku tak berniat untuk tahu jawabannya. Karena sedetikpun aku tak ingin kehilangan semangatku.

Menapaki jengkal demi jengkal kehidupan tak semudah yang ku kira, mencari sisa-sisa kemuliaan tidaklah murah. Saat aku harus berteriak , berlari, terjatuh, melawan, terduduk diam demi kehidupan yang kata orang tak semudah membalikkan telapak tangan. Saat kisah demi kisah yang terangkai menjadi sebuah cerita harus menjadi bayan-bayang nyata masa depan. Saat aku tak ingin dipandang menarik agar diperhatikan. Saat aku harus tetap menjadi diriku meski berkali-kali diabaikan. Siapa aku ? Aku hanya gadis biasa. Hanya itu, tidak ada jawaban lain yang bisa mewakili diriku.

Dan mungkin aku terbiasa untuk sendiri, terbiasa tegar untuk berjalan sendiri, menatap masa depan dengan sepasang mata yang berusaha terus mawas diri. Dengarlah, untuk mu yang belum sempat aku miliki, untukmu yang hanya memilih singgah meski diberi tempat untuk tinggal, untukmu yang pergi begitu saja dengan membawa sedikit hati yang perlahan-lahan habis terbawa hembusan angin. Aku sudah terbiasa sendiri, menapaki setiap jengkal kehidupan yang tak mudah ini. Aku berusaha untuk tetap tegar, meski terkadang aku membutuhkanmu untuk ada disisiku. Aku tidak berharap semua orang akan tetap berada disiku, jika mereka memilih pergi yah itu hak mereka. Karena sejatinya, aku tak pernah harus jadi ini itu untuk mempertahankan siapapun agar tetap disisiku. Aku hanya gadis biasa, sekali lagi aku tegaskan.

Aku memiliki banyak semangat yang tak akan pernah berhenti meski harus berjalan sendiri. Aku hanya meyakinkan diri, tak mungkin selamanya akan terus berjalan sendiri. Suatu hari pasti akan ku temukan seseorang yang akan menemaniku melangkah, menapaki jejak-jejak kehidupan, mencari kebahagiaan sejati :)


Jumat, 24 Juli 2015

Coretan


Tentang cinta yang datang tanpa permisi.
Tentang mimpi yang semakin lama semakin membumbung tinggi.
Tentang perjalanan yang tidak pernah datar dan sulit untuk dipungkiri.
Tentang pelayaran yang suatu saat akan berhenti.

Mungkin suatu hari nanti aku akan lelah mencari dalam pelayaran indah mengarungi luasnya samudra dan birunya laut.  Aku hanya berharap saat aku berlabuh dari pelayaran yang lama dan memakan waktu yang tak sedikit ini, kau menyambutku dengan hangat dengan senyuman yang tak bisa aku bayangkan, membiarkanku beristirahat tanpa bertanya sepatah katapun tentang bagaimana kisah pelayaran ku mengarungi lautan. Aku juga berharap kau memintaku untuk tinggal, bukan untuk sebentar tapi selamanya karena memang benar aku sudah lelah untuk berlayar kembali, beristirahat ditempatmu, Dermaga.

Dan mungkin suatu hari nanti hal itu akan terjadi dan aku akan benar-benar membutuhkanmu. Kamu yang mampu menggenggam erat tanganku tanpa ragu dan malu untuk menunjukkannya pada orang lain , Kamu yang masih terus menggenggam erat tanganku bahkan ketika tanganku mulai lemah dan tak bisa membalas genggaman tanganmu. Kamu yang setia menunggu , bahkan ketika aku tertinggal jauh dibelakang. Kamu yang menghapus air mataku ketika aku hanya mampu menangis tanpa berkata sepatah katapun. Kamu , yah mungkin suatu saat nanti aku akan menemukanmu.